Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demi Berantas Buta Huruf di Rohul, Zuheri Rela Mengajar di Malam Hari

mohhammadnoer.com - Sikap mulia dan ketulusan Brigadir Zulheri Sitorus, salah satu personil Polres Rokan Hulu (Rohul) ini patut mendapatkan apresiasi yang positif. Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota polisi, pria ini masih sempat mengajar dengan tujuan memberantas buta huruf di Desa Pauh, Kecamatan Bonaidarussalam, Rohul.

Atas pengabdiannya terhadap dunia pendidikan non formal, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Syaputra Hasibuan langsung bertatap muka dengan Zulheri di Mapolres Rohul, Rabu (5/8/15) sore kemarin.

Brigadir Zulheri sendiri mengaku terkejut karena Kompolnas datang ke Rohul hanya ingin bertemu dengan dirinya. Namun karena intruksi atasan, ia meski meninggalkan tempat tugasnya di Bonaidarussalam untuk bertemu Kompolnas di Mapolres Rohul, Kota Pasirpangaraian.

Dalam pertemuan itu diketahui, Zulheri telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak tiga tahun belakangan ini. Dengan latar belakang keprihatinan karena 80 persen dari 8.118 penduduk Desa Pauh, Kecamatan Bonaidarusslam masih buta huruf. Mereka ini terutama berusia antara 30 tahun hingga 50 tahun.

Agar tidak mengganggu tugasnya sebagai anggota Pos Polisi Bonaidarussalam, Zulheri mengajar warga mulai sore hingga malam hari, yang dilaksanakan dua kali dalam satu minggu.
Tak sia-sia, berkat kerja keras dan kesabaran Zulheri, sebagian besar warga Desa Pauh kini sudah mulai bisa menulis dan membaca.

Sementara itu, Kompolnas Edi Syaputra Hasibuan mengungkapkan kedatangannya ini mewakili Kapolri yang sangat mengapresiasai kerja keras Zulheri selama tiga tahun terakhir.

"Kita datang ke sini untuk mengetahui lebih dekat tentang hasil keras yang dilakukan Brigadir Zulheri Sitorus ini," kata Edi kepada wartawan.

Sedangkan Kepala Polres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono menambahkan, Zulheri membaktikan diri karena amanah dan panggilan tugas. Sebab dia merupakan Babinkamtibmas di Desa Pauh. Melalui cara itu, ia membaur dengan warga Pauh agar mereka bisa baca dan tulis.

Pitoyo mengakui awalnya hanya 3 warga Pauh yang bersedia diajari baca tulis oleh Zulheri. Lambat laun, sekira 21 warga ikut belajar membaca dan menulis. Dari 21 warga tersebut, kini 16 warga sudah bisa membaca dan menulis.

"Kita menanggapi hal ini sangat luar biasa bagi seorang anggota Polri. Karena selain bertugas, Zulheri masih menyempatkan diri mengari warga Pauh membaca dan menulis," katanya.

Atas kinerja Brigadir Zuheri Sitorus tersebut, sambung AKBP Pitoyo, Polres Rohul memberikan buku pintar Babinkamtibmas untuk pelatihan, bagi yang peduli terhadap warga buta huruf.


Posting Komentar untuk "Demi Berantas Buta Huruf di Rohul, Zuheri Rela Mengajar di Malam Hari"